You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Tanaman di Flyover Masih Dibiarkan Mati
photo Nurito - Beritajakarta.id

Tanaman di Flyover Jaktim Banyak yang Mati

Ratusan tanaman di sejumlah flyover di Jakarta Timur dalam kondisi mati. Alhasil, kondisi demikian membuat kotor dan terkesan tidak terawat.

Saya sudah perintahkan Sudin Pertamanan dan Pemakaman mengganti tanaman yang mati tersebut

Tanaman hias yang dibiarkan mati antara lain terlihat di Flyover Pondok Kopi, Flyover Buaran, Flyover Klender, dan Flyover Pondok Bambu. Kondisi ini sudah berlangsung sejak tiga bulan lalu.

Mendapati hal itu, Wali Kota Jakarta Timur, Bambang Musyawardna meminta Sudin Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Timur untuk segera mengganti tanaman-tanaman yang mati tersebut.

“Ini sesuai perintah Pak Gubernur agar tidak ada pot yang kosong atau tanamannya mati. Saya sudah perintahkan Sudin Pertamanan dan Pemakaman mengganti tanaman yang mati,” ujar Bambang, Jumat (25/12).

Kepala Sudin Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Timur, Jansen Saragih mengatakan, tidak seluruh tanaman yang berada di flyover dalam kondisi mati. Seperti yang berada di Flyover Pondok Kopi.

Pihaknya juga sudah meminta tanaman baru ke Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI, namun hingga kini belum diberikan.

“Sudah kami minta (tanaman baru), tapi stoknya habis. Kalau pun ada jumlahnya tidak memadai. Kami membutuhkan 9.000 tanaman baru,” tandas Jansen.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ketua RT di Gandaria Utara Ini Tak Henti Berinovasi

    access_time16-05-2026 remove_red_eye6392 personTiyo Surya Sakti
  2. Dinkes Monitoring Kasus Hantavirus, Waspadai Penularan

    access_time18-05-2026 remove_red_eye2007 personDessy Suciati
  3. Sudin LH Jaktim Olah 3,4 Ton Sampah Organik Jadi Pakan Maggot dan Kompos

    access_time18-05-2026 remove_red_eye1879 personNurito
  4. Pramono Bakal Lantik 891 Pejabat Pemprov DKI Hari Ini

    access_time20-05-2026 remove_red_eye1611 personDessy Suciati
  5. Pemkot Jakbar Gelar Kerja Bakti Serentak di 56 Kelurahan

    access_time17-05-2026 remove_red_eye1324 personBudhi Firmansyah Surapati